Minggu yang Seru!

on Kamis, 25 Februari 2010


Minggu ini aneh banget.

Setelah melewati minggu menantang untuk menyelenggarakan seminar, minggu ini dilewati dengan tantangan menyelenggarakan pemilihan presiden BEM UNPAD. Gw berharap banget bisa banyak membantu, tapi kenyataannya kewajiban akademik memberi halangan. Mestinya bukan alesan, tapi ini beneran tidak terelakkan.

Nah, di minggu ini gw tersadarkan kemampuan-kemampuan dosen di kampus gw. Agak terkejut juga menyadarinya. Hahaha

Pagi itu ada kuliah tambahan. Dosennya jaga-jaga kalo dia ga bisa ngajar udah ada penggantinya dari sekarang. Hahaha, kreatif dah. Ternyata kuliah tambahan ini dia juga ga bisa hadir, jadilah dia minta tolong dosen lain. Gw dah sering liat ni dosen tapi belom tau kualitas dia dalam kuliah. Bukan mau ngetes beliau, tapi emang ada hal yang ingin ditanya. “Pak, kenapa sisa-sisa residu ayam disimpan atau tertimbun di paha ayam?” Tanya gw. Gw langsung mengamati perubahan wajahnya, muka mikir tapi sadar ga ada jawaban. Yah, ujungnya dia cuma mengulang dan menambahkan pernyataannya tentang residu dalam paha ayam tapi tidak menjelaskan penyebabnya.

It’s oke-lah pak, kita sama-sama belajar.

Ada lagi waktu seminar (ini ceritanya dosen yang lain). Waktu beliau menjelaskan tentang perencanaan bisnis. Sesi tenya jawab dibuka, kemudian ada peserta yang nanya, “Pak, data-data yang bapak sebutkan tadi sumbernya dari mana?”. Wah, perubahan wajah yang mencerminkan mencari jawaban itu kembali ku lihat. Ada lagi yang nanya, “Pak, saya yakin ada mindset tertentu dalam pikiran orang sukses. Mindset apa ya, Pak?” bingung lagi deh si bapak. Makasih ya Pak udah sharing ilmu ke kita.

Ada lagi yang lain, seperti ternyata dosen bisa dipancing untuk bicara salah, ato ternyata mereka juga bisa bingung dengan pertanyaan yang berputar-putar. Nah, sayangnya mahasiswa belum terlalu berani mengeksplor hal ini. Sambil jalan bisalah nanti. xp

Ada lagi yang keren. Dosennya mengakui ketidaktahuan atau kekurangan pemahaman beliau. Yah, apapun itu. Ayo semangat berkembang para sahabat.

Itu baru dari dosen-dosen. Belom keanehan waktu rapat, presentasi, tugas kuliah. Wah, pokoknya sering bikin saya cengar-cengir sendirian. Tapi jangan bilang gw gila lho.

Kamis, 24 Februari 2010
Di kosan, Jatinangor



Penentang

on Senin, 15 Februari 2010

Penat rasanya hari ini. Tanggung jawab, kewajiban, tekanan telah menguras pikiranku. Aku ingin rehat malam ini. Mengembalikan motivasiku, semangatku, yang sedang terkikis. Aku khawatir esok tidak ku lewati dengan baik jika malam ku lewati dengan tidur begitu saja.

Beberapa film dalam hardisk komputerku perlu ku geledah. Aku ingin menonton hanya satu film dan berharap ada yang dapat menyadarkanku.

Entahlah GIE yang ku pilih, mungkin aku rindu perjuangan, idealisme, pemikiran kritis, kesadaran.

Tibalah aku mengingat minggu-minggu ini, aku terlalu menjadi seorang counter. Aku ingat salah satunya, kemarin aku mengkritik habis post seorang sahabat blog tentang hari Valentain. Cukup membuatku sadar komentarku telah mencapai SARA.

Maaf jika komentarku itu terlalu SARA. Aku hanya ingin menunjukkan menentukan benar atau salah itu bukan suatu hal yang ringan. Memang terlihat begitu mudah ketika kita hanya melihat dari satu sisi, maka dari itu aku ingin menunjukkan dari sisi lain. Aku takut ketika teman-teman merasa menjadi orang paling benar, teman-teman menjadi radikal. Sebelum itu terjadi, aku akan memperlihatkan hal-hal yang salah dari sudut pandang berbeda. Menanamkan pemikiran berbeda, sehingga teman-teman menemukan penyeimbangan.

Aku bukan orang paling benar. Setiap tentanganku pasti selalu bisa dibantah juga, kok. Tenang saja.

Aku tau pendapat orang tentang counter. Tukang cari kesalahan. Tidak berani mengambil pilihan benar atau salah. Sok tau. Aku katakan itu benar, tidak terbantahkan. Counter harus sok tau, pintar mencari kekurangan, berada di jalur tengah ketika menentukan karena terlalu melihat secara objektif. Buatku itulah keseimbangan.

GIE, menjadi film yang sangat kompleks. Setiap menontonnya selalu ada yang ingin dibahas. Rasanya post ini tidak cukup membahasnya. Tema, pemikiran, asal-usul. Butuh beberapa post.

Selesai sudah GIE ku tonton. Apa tanggung jawab, kewajiban, tekanan telah hilang? Tentu tidak. Besok aku akan menghadapinya lagi. Biarlah. Aku hanya akan menjalaninya sebisa ku.


Sumber gambar : http://ms.langitilahi.com/sirah-dia-contoh-untuk-manusia-berdosa/




Grave of The Fireflies : Where is Mama?

on Rabu, 03 Februari 2010

“September 21, 1945, that was the night I died”. Tak lama seorang anak meninggal di sebuah stasiun kereta api. Tahun 1945 adalah tahun kekalahan jepang dalam perang dunia ke-2. Lalu sejauh mana hal tersebut berimbas pada penduduk jepang? Maksud saya, bukan imbas dari kekalahan perang tetapi imbas dari sebuah perang.

Film animasi 2 dimensi atau yang dikenal dengan sebutan manga di jepang menyajikan drama kehidupan kakak-beradik yang berusaha hidup dalam kondisi peperangan. Apakah mereka memahami peperangan? Tidak. Yang mereka tau bagaimana tetap dapat menjalani hidup dengan kebahagiaan.

Full flashback, yap, film ini adalah flashback dari anak yang meninggal di stasiun kereta api, anak lelaki itu bernama Seita (lupa nama lengkapnya!). Seita dan Setesuko sang adik tinggal bertiga dengan ibu mereka. “Be a good girl, Setsuko”, merupakan pesan terakhir sang ibu sebelum meninggal akibat tubuhnya terbakar ketika penyerangan. Meninggalnya sang ibu memaksa anak-anak ini hidup bersama bibi mereka.

Perang telah membawa kehidupan baru pada Seita dan Setsuko. Seperti sebuah kehidupan yang belum layak untuk mereka jalani. Saat anak seumuran mereka tertawa lepas, barmain, berlari. Terlintas anak-anak jalanan yang kehilangan masa kecil dalam pikiran saya. Tentu tidak ada orang yang mengingikan kondisi seperti itu, kehilangan masa tertentu dalam hidupnya. Tapi ada orang yang harus mengalaminya. Film ini tidak hanya menunjukkan buruknya peperangan, tetapi memperlihatkan kehidupan anak-anak jalanan yang tidak berdaya. Sangat merubah pandangan saya terhadap anak jalanan.

Saya teringat pada sebuah cerpen mengenai kunang-kunang. Mitosnya kunang-kunang adalah jelmaan dari manusia yang meninggal. Saya kira hanya di Indonesia ada mitos seperti itu, ternyata saya melihat mitos itu seperti tepat pada film ini. Saat perang banyak jiwa melayang dan banyak kemunculan kunang-kunang disekelilingnya. Seperti ketika ruh Setsuko ruh Seita bertemu, kunang-kunang mengelilingi mereka.

Mmmm….

Kapan ya saya terakhir kali melihat kunang-kunang?

untuk apa?

on Minggu, 17 Januari 2010

Sudah biasa rasanya mendengar pertanyaan “untuk apa kita hidup?”. Banyak sekali jawaban dari pertanyaan ini, ada yang menjawab berdasarkan ilmu filosofi, ada yang menjawab berdasarkan ilmu agama, ada pula yang menjawab berdasarkan pemikirannya sendiri.

Sah-sah saja jawaban mana yang kita pilih karena jawaban ini akan menjadi idealisme kehidupan kita. Semakin kita paham akan jawabannya, maka semakin kita tau arah kehidupan ini. Sebuah pohon tidak akan kokoh berdiri jika akarnya tidak menancap kuat pada tanah.

Ayo kita jawab pertanyaan di atas, dan kita jalani kehidupan ini dengan sebuah landasan yang kuat…




Suster Keramas, satu lagi film Indonesia g mutu!

on Sabtu, 16 Januari 2010


Dapet tawaran nonton film gratis setelah dua minggu ujian tentu tidak gw lewatkan. Buat menghargai teman-teman yang ngajak nonton, maka film terserah mereka saja. Gw g ikutan milih. Dengan pilihan film yang seadanya akhirnya yang terpilih adalah ‘Suster Keramas’.

Film horor yang satu ini walaupun menggunakan model hantu film Ju-On tapi tegangnya Cuma karena sound yang ekstra keras, bising, ganggu banget dah. Untuk hantu yang nongol-nongol g ada serem-seremnya.

Nah, banyak adegan-adegan vulgar yang memang mulai banyak muncul di film Indonesia benar-benar memberi nilai plus untuk film ini laku di pasaran. Saying tujuan adegan vulgar ini ga jelas, beda sama adegan vulgar di film barat yang memiliki tujuan kenapa harus pake adegan vulgar-tapi kadang juga g jelas sie.

Yang paling biking gw kesel sama ni film adalah latarbelakang suster ini gentayangan ga tergambarkan dengan baik, dendam ke siapa, flashback Cuma sepintas. Padahal latarbelakang untuk film horror sangat penting, karena ini cara menjelaskan ke penonton apa yang sebenarnya terjadi.

Cetek banget dah ni film….



tes

on Kamis, 20 Agustus 2009

apa yang di tes?

nanti

Pemilih Indonesia (belum) Terdidik

on Kamis, 09 April 2009


9 April 2009 menjadi hari pemilihan umum untuk memilih anggota DPR, DPRD, DPD. Dengan tata cara yang berbeda dengan pemilihan 5 tahun sebelumnya, diharapkan akan terpilih orang yang lebih baik.. Tapi apakah setelah merubah tata cara pemilihan akan menjamin harapan tersebut.?
Inilah yang terjadi ketika pagi ini gw mencontreng. Banyak orang yang masih belum mengetahui apa yang akan mereka pilih, termasuk gw juga. Di depan TPS disediakan papan yang tertempel caleg, menurut panita pemasangan ini diharapkan membantu pemilih agar dapat dengan cepat ketika mencontreng. Tetapi ini juga menunjukkan pemilih belum mengetahui apa yang akan mereka pilih. Hingga seorang bapak bertanya apakah ada orang dari daerah pencontrengan ini yang mencalonkan diri. seketika seorang ibu menunjuk sebuah nomor yang ada poto caleg. "Harus pilih yang ini, dia dari sini" katanya.
Sementara dari TPS teman gw kejadiannya berbeda. Di sana masih ada pemilih yang belum menetapkan pilihan hingga masuk ke bilik suara. Hingga seorang ibu setelah keluar dari bilik suara ditanya temannya apa yang dipilih. Dengan tenangnya dia berkata "Pilih yang ganteng aja!".
Mungkin memang dari dua kejadian ini mereka hanya bercanda, tapi bagaimana bila mereka benar-benar melakukannya. apakah pemilu berhasil dengan para pemilih yang seperti ini? Apakah pemilih yang benar itu harus mendukung orang yang dekat dengan mereka tanpa melihat orang lain yang mungkin kualitasnya lebih? apakah penampilan menggambarkan kualitas seseorang? Sekarang bagaimana menurut kalian, apakah pantas kita protes pada pemerintah jika ketika memilih mereka kita asal-asalan....
setelah ini masih ada pemilihan presiden, semoga pemilih dapat lebih baik dalam memilih,,...