Badai di Nangor!

on Minggu, 11 April 2010


14.00 WIB
Tiba-tiba angin kencang disertai hujan menghampiri Jatinangor. Kaget juga gw. Jendela sampe kena air hujan, barang-barang di luar kamar langsung pada basah. Untungnya beberapa barang sempet dimasukin. Kalo diinget-inget dulu juga pernah badai angina kayak ini terjadi di Jatinangor, mungkin lebih parah dari tadi siang.
Ga sengaja waktu mau duduk pantat gw nyenggol penahan jendela. Penyok!!! Inisiatif dong gw, langsung benerin. Sekuat tenaga balikin penahan keposisi semula, tiba-tiba. Tak!!!
Waduh.. Ko besi begini patah gara-gara tenaga gw. Jadi merasa punya tenaga kayak super hero gini. Ahahahaha

18.00 WIB
Karena ada yang perlu diprint jadi gw ke luar kosan. Liat sana-sini habis badai. Wuiiihh.. ada papan roboh, padahal ditahan pake besi, tetep aja ga kuat nahan angin kenceng.
Beberapa hari yang lalu, setelah hujan. Jatinangor dimanjakan dengan panorama pelangi di senja hari. Mereka yang melihat setuju itu sore yang indah. Dan sore ini, setelah badai. Jatinangor dimanjakan dengan panorama langit oranye senja. Mungkin tidak seindah waktu itu tapi gw jadi pingin moto, sayang udah keburu malem waktu gw baik ke kosan. Huhuhuhu
kalo emang bener gw dah punya kekuatan super hero rasanya gw mau terbang menikmati senja ini.. *cieelah…. Gaya lu dah!

Tikus = Tempat Sampah

on Senin, 29 Maret 2010

Sebelum liburan semester kemaren gw dapet kabar baik, tapi ga tau juga sie bisa disebut baik ato justru kabar 'Huuuaaaaa!!!!'. Dua proposal PKM-P yang diajuin ke Dikti lolos didanai, dan keduanya berurusan dengan yang namanya tikus. Hiiiieeee.... Megang mencit waktu praktikum reproduksi ternak aja ga berani apalagi tikus (rat) yang segede tikus got.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sudah satu minggu 15 ekor tikus nginep di kosan gw. Enam hari di dalam kamar. Huwweee', baunya ga nahan! akhirnya hari minggu bikin kandang bwt ditaro di luar. Dan pernapasan gw bisa puas menghirup udara segar. hehehe
sehari sebelum dibwt kandang diluar, tikusnya sempet gw taro pake kandang bekas kelinci. Minggunya, setelah dipindah ke kandang baru .... Lho! ko kurang satu..bingung lah kita bertiga. Malemnya temen kosan bilang kalo ngeliat tikus putih, sambil parno nyeritainnya katanya takut kayak tikus raksasa di film2. *emangnya tu tikus mutasi! hahaahaha


Hari ini ternyata sang tikus yang melarikan diri ditemukan di belakang kosan waktu mas Agus mau bakar sampah. Gw sama Mang2 nguber-nguber ni tikus ada dimana, sambil teriakan mas Agus dan Ibu kos menemani, "Ada ga!!". *sabar woi!


Ternyata sang tikus ngumpet di dalem tempet sampah. dengan badan putih dan mata merahnya. Wuiiihhh... bener juga kata temen gw, kayak di film2 fiksi ilmiah gitu.. ahahahaha


Beberapa persepsi kita terhadap tikus:
1. Tikus itu jorok.
2. Mainannya di tempat sampah.
3. Pembawa penyakit.
4. Pokoknya ada tikus, GEBUK!!!


Tapi, yang gw yakini tantang tikus tentu bukan ketiga hal itu.
  1. Tikus itu hawan bersih. Lho! Tikus memiliki kebiasaan bebersih seperti kelinci atau kucing. Ngejilat bulunya, sebagai upaya mandi. *kakinya ga bisa megang gayung kali, jadinya dijilat...
  2. Tikus bukan lagi main di tempat sampah. Dia lagi nyari makan. Maklum manusia suka buang bahan organik yang bisa dimakan tikus, makannya dia ke sana. Lagian hewan kayak tikus ga suka tinggal di tempat lembab kayak tempat sampah.
  3. Semua hewan bisa jadi pembawa penyakit. Maka dari itu kalo melihara hewan kebersihan harus dijaga dengan baik.
  4. Eiittt,,, ada tikus cukup ambil ekornya dan angkat. Simpel kan!!! Tapi perlu diperhatikan cara ini lebih mudah diterapkan pada tikus jinak karena kalo tikus liar baru dideketin dah kabur. Capek nguber2nya juga.
nb: tikus di gambar 2 kotor ya? itu gara2 gw naro 15 ekot tikus dalam kandang kecil.. sekarang dah lumayan lebih bersih.------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rencananya gw mau buat jurnal PKM-P, tapi sampe sekarang belum terealisasikan. Dan beberapa hal tidak tercatat jadi dah keburu lupa. Yah, semoga posting ini bisa mengingatkan gw buat nulis jurnalnya. Amin...

Menjadilah ku

on Selasa, 09 Maret 2010

Terjun bebas.
Terhempas tanpa penghalang.
Terjun bebas.
Terombang-ambing tanpa pengendali.
Sebuah kebebasan.
Sejenak.
Sebelum menyentuh tanah.

         Habis sudah. Tiadalah arti pikiran positif selama perasaan negatif mendampingi. Hidup dalam ke-naif-an. Bak berjalan dalam labirin. Bertindak dalam ke-munafik-an. Bak meminum kopi.

Apakah kalian mengerti aku?
Apakah kalian mau mengerti aku?
Aku tau, aku bukan apa-apa.
Hanya orang bodoh yang sok tau.
Hanya seorang yang naif.
Sekaligus munafik.
Ya.
Tapi, terimakasih.
Kalian menyadarkan ku dalam kegelapan dan tipu daya.
Aku tau siapa aku.
Setidaknya.

Kenangan ku...

on Jumat, 05 Maret 2010

Ku teringat pagi yang spesial itu. Di sekolah alam, berdiskusi ringan dengan para sahabat yang luar biasa. Saat muka kami kusut belum mandi, tapi semangat pagi telah menyeruak untuk ngobrol-ngobrol.
...: "mempelajari filsafat itu padahal penting ya."
...: "tapi anehnya, banyak orang yang tidak mau."
...: "mungkin takut?"
...: "Hmmm... ga ada yang salah dengan filsafat."
...: "belajar filsafat itu ibarat bermain di atas tebing! jika bermain-main di pinggir, hati-hati! bisa jatuh. karena itu kita harus ditengah agar aman."
...: "berarti belajar filsafat itu jangan sedikit-sedikit ya? harus sampai mendalami."
...: "nah, mereka yang belajar sedikit-sedikit itu yang paling berbahaya."
entah apa yang ada di pikiran kami pagi itu sampai-sampai membicarakan filsafat. memang kalian adalah orang-orang luar biasa.

Long Weekend

on Kamis, 25 Februari 2010


Long weekend akhirnya dateng juga.. Waaaahhhhh… Asik..
Setelah melewati beberapa minggu kebelakang hingga mengikis semangat. Long weekend ini harus bisa jadi ajang mengembalikan semangat. Pilihannya besok ketemu temen-temen SMA ato istirahat penuh.
Terakhir ketemu temen-temen kira-kira sebulan yang lalu. Enaknya ketemu mereka selalu ada yang bisa diomongin, nonton bareng. Wah, pokoknya bisa ngilangin setres dan jenuh.
Kalo milih istirahat. Alhamdulallah, badan ini sudah mulai minta istirahat. Meriang-meriang sedikit dari empat hari yang lalu, sekarang malah udah mulai gemeter-gemeter kayak Hp. Gerrr…gerrr…... Udah lama juga si ga sakit. Lumayan lah kalo sakit jadi bisa istirahat abis-abisan.
Keliatannya bakal milih istirahat aja ni. Tapi kalo istirahat tiga hari, gimana caranya y semangatnya bisa balik. Mmmm… (mikir)
Oia, sebenarnya ada pilihan satu lagi. Tapi kalo pilihan ini dipilih nanti ga jadi pulang ke Jakarta. Pilihan ketiga ini yaitu ikut musyawarah mahasiswa UNPAD. Kalo ini gw yakin bisa ngembaliin semangat karena mungkin bisa ketemu temen-temen Upgrading BPM UNPAD yang memiliki karakter individu-individu yang luar biasa. Rindu mereka, kangen mereka, ingin bertemu mereka. Tapi gw  perlu sekali pulang.
Gimana ya??? 
Besok pulang deh, soal mengembalikan semangat akan ku cari solusinya.
Aaaahhhhhhh………
Seandainya aku ada di puncak gunung. Aku ingin melegakan diri dengan teriakan.
Terimakasih Tuhan, Kau berikan kehidupan yang unik ini.

Kamis,24 Februari 2010
Di kosan, Jatinangor

Minggu yang Seru!


Minggu ini aneh banget.

Setelah melewati minggu menantang untuk menyelenggarakan seminar, minggu ini dilewati dengan tantangan menyelenggarakan pemilihan presiden BEM UNPAD. Gw berharap banget bisa banyak membantu, tapi kenyataannya kewajiban akademik memberi halangan. Mestinya bukan alesan, tapi ini beneran tidak terelakkan.

Nah, di minggu ini gw tersadarkan kemampuan-kemampuan dosen di kampus gw. Agak terkejut juga menyadarinya. Hahaha

Pagi itu ada kuliah tambahan. Dosennya jaga-jaga kalo dia ga bisa ngajar udah ada penggantinya dari sekarang. Hahaha, kreatif dah. Ternyata kuliah tambahan ini dia juga ga bisa hadir, jadilah dia minta tolong dosen lain. Gw dah sering liat ni dosen tapi belom tau kualitas dia dalam kuliah. Bukan mau ngetes beliau, tapi emang ada hal yang ingin ditanya. “Pak, kenapa sisa-sisa residu ayam disimpan atau tertimbun di paha ayam?” Tanya gw. Gw langsung mengamati perubahan wajahnya, muka mikir tapi sadar ga ada jawaban. Yah, ujungnya dia cuma mengulang dan menambahkan pernyataannya tentang residu dalam paha ayam tapi tidak menjelaskan penyebabnya.

It’s oke-lah pak, kita sama-sama belajar.

Ada lagi waktu seminar (ini ceritanya dosen yang lain). Waktu beliau menjelaskan tentang perencanaan bisnis. Sesi tenya jawab dibuka, kemudian ada peserta yang nanya, “Pak, data-data yang bapak sebutkan tadi sumbernya dari mana?”. Wah, perubahan wajah yang mencerminkan mencari jawaban itu kembali ku lihat. Ada lagi yang nanya, “Pak, saya yakin ada mindset tertentu dalam pikiran orang sukses. Mindset apa ya, Pak?” bingung lagi deh si bapak. Makasih ya Pak udah sharing ilmu ke kita.

Ada lagi yang lain, seperti ternyata dosen bisa dipancing untuk bicara salah, ato ternyata mereka juga bisa bingung dengan pertanyaan yang berputar-putar. Nah, sayangnya mahasiswa belum terlalu berani mengeksplor hal ini. Sambil jalan bisalah nanti. xp

Ada lagi yang keren. Dosennya mengakui ketidaktahuan atau kekurangan pemahaman beliau. Yah, apapun itu. Ayo semangat berkembang para sahabat.

Itu baru dari dosen-dosen. Belom keanehan waktu rapat, presentasi, tugas kuliah. Wah, pokoknya sering bikin saya cengar-cengir sendirian. Tapi jangan bilang gw gila lho.

Kamis, 24 Februari 2010
Di kosan, Jatinangor



Penentang

on Senin, 15 Februari 2010

Penat rasanya hari ini. Tanggung jawab, kewajiban, tekanan telah menguras pikiranku. Aku ingin rehat malam ini. Mengembalikan motivasiku, semangatku, yang sedang terkikis. Aku khawatir esok tidak ku lewati dengan baik jika malam ku lewati dengan tidur begitu saja.

Beberapa film dalam hardisk komputerku perlu ku geledah. Aku ingin menonton hanya satu film dan berharap ada yang dapat menyadarkanku.

Entahlah GIE yang ku pilih, mungkin aku rindu perjuangan, idealisme, pemikiran kritis, kesadaran.

Tibalah aku mengingat minggu-minggu ini, aku terlalu menjadi seorang counter. Aku ingat salah satunya, kemarin aku mengkritik habis post seorang sahabat blog tentang hari Valentain. Cukup membuatku sadar komentarku telah mencapai SARA.

Maaf jika komentarku itu terlalu SARA. Aku hanya ingin menunjukkan menentukan benar atau salah itu bukan suatu hal yang ringan. Memang terlihat begitu mudah ketika kita hanya melihat dari satu sisi, maka dari itu aku ingin menunjukkan dari sisi lain. Aku takut ketika teman-teman merasa menjadi orang paling benar, teman-teman menjadi radikal. Sebelum itu terjadi, aku akan memperlihatkan hal-hal yang salah dari sudut pandang berbeda. Menanamkan pemikiran berbeda, sehingga teman-teman menemukan penyeimbangan.

Aku bukan orang paling benar. Setiap tentanganku pasti selalu bisa dibantah juga, kok. Tenang saja.

Aku tau pendapat orang tentang counter. Tukang cari kesalahan. Tidak berani mengambil pilihan benar atau salah. Sok tau. Aku katakan itu benar, tidak terbantahkan. Counter harus sok tau, pintar mencari kekurangan, berada di jalur tengah ketika menentukan karena terlalu melihat secara objektif. Buatku itulah keseimbangan.

GIE, menjadi film yang sangat kompleks. Setiap menontonnya selalu ada yang ingin dibahas. Rasanya post ini tidak cukup membahasnya. Tema, pemikiran, asal-usul. Butuh beberapa post.

Selesai sudah GIE ku tonton. Apa tanggung jawab, kewajiban, tekanan telah hilang? Tentu tidak. Besok aku akan menghadapinya lagi. Biarlah. Aku hanya akan menjalaninya sebisa ku.


Sumber gambar : http://ms.langitilahi.com/sirah-dia-contoh-untuk-manusia-berdosa/